Kamis, 02 Oktober 2014

JILID 1 BAB Beratnya Maut Dan Kengeriannya | Kitab Tanbighul Ghofilin

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dri Anas bin malik r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda (yang artinya) :
Siapa yang suka bertemu Allah, maka Allah suka menerimanya dan siapa yang tidak suka bertemu Allah, Allah juga tidak suka menerimanya.

Karena seorang mu’min bila dalam sakaratil maut, mendapat kabar gembira bahwa ia diridhai Allah dan akan mendapat sorga, maka ia lebih suka segera mati, dari pada hidup, maka Allah menyambutnya dengan limpahan karunia rahmatnya, sebaliknya orang kafir ketika melihat siksa Allah yang akan diterimanya, ia menangis dan enggan (tidak suka) mati dan Allah juga menjauhkannya dari rahmat dan akan menyiksanya.
Sufyan Atstsauri berkata : Hadits ini tidak berarti bahwa kesukaan mereka untuk bertemu kepada Allah itu yang menyebabkan Allah kasih kepada mereka, bahkan berarti kesukaan mereka untuk bertemu kepada Allah karena Allah kasih kepada mereka. Sebagaimana ayat : Yuhibbuhum wayuhibbunahu, Allah kasih kepada mereka, maka mereka cinta kepada Allah juga di dalam hadits : Idza ahabballahu abdan syagholahu bihi (jika Allah kasih kepada seorang hamba, maka disibukkan dengan dzikir dan selalu ingat kepadanya)