Sabtu, 24 Oktober 2015

Kumpulan Puisi Tahun Baru Hijriyah



TAHUN BARU HIJRIYAH

Kini telah tampak hilal Muharam,
menyisakan kenangan masa silam.
Telah memasuki gerbang kehidupan baru,
baik atau buruk pun belum tentu.

Kehidupan silam hanya bisa dikenang,
sisa hidup pun kian berkurang.
Tantangan hidup kian menjulang,
perjalanan hidup tak selalu senang.

Doa dan nasihat terus mengalun,
menguntai makna yang penuh harap.
Jalani hidup dengan semangat

Semoga Allah selalu menuntun,

menjauh dari hidup yang gelap.
Hingga selamat dunia-akhirat



 


TAHUN BARU HIJRIYAH

ketika lembar-lembar almanak terlepas
lantaran hari-hari yang terus berganti
saatnya berbenah menuju keberangkatan
meski akan ada yang tertinggal di setiap keberangkatan
dan ada yang terbawa pada saat ditinggalkan
jadikan masa silam sebagai kenangan
bahwa masa hidup telah berkurang
sementara tantangan makin membentang
teruslah bermuhasabah agar tak menjadi pongah
tebarkanlah doa di setiap langkah
agar tak menemu resah






Tahun Baru Islam

pada saatnya detik-detik yang berdetak pun
memaksa hari-hari untuk terus berganti
hingga lembar-lembar almanak lepas satu persatu
pada saatnya kuncup-kuncup yang bersemi pun
menebalkan warna ketuaan
lantas kering, dirontokkan angin
bukankah angin di penghujung musim
senantiasa membawa perubahan
pada siklus kehidupan
biarkanlah yang lalu tetap berlalu
tak perlu ragu
meski duri bertabur di tiap langkah
janganlah resah
biarkan mendung berbenah
bersama gerimis menjemput hujan
tetaplah pancarkan harap
bahwa hujan akan ciptakan pelangi
saat mentari kembali berseri





Sang Waktu

wahai sang waktu,
bila kau ingin segera tanggalkan
setiap pakaian usang yang telah penuh daki
hingga tubuhmu makin gelisah tak tentu lagi arah,
segeralah!
bila kau ingin segera lepaskan
setiap busana masam yang telah moyak
hingga tubuhmu makin resah
tutupi aurat yang mengetuk syahwat,
bergegaslah!
agar setiap noda tak lagi menyapa
agar setiap dosa tak lagi berada
agar setiap mendung tak lagi memayung
agar setiap bayang menjadi kenangan
agar warna kelabu menjadi abu
wahai sang waktu,
kini saatnya kau kenakan
pakaian barumu yang putih bersih
dengan taburan melati di sana-sini
dengan untaian doa di segala masa
dengan khusyuk yang terus menusuk
wahai sang waktu,
jagalah keteguhan iman dengan kesucianmu…


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

anda sopan, saya segan (✿◠‿◠)