Kamis, 04 Februari 2010

Asta brata
Delapan Ajaran

Delapan butir ajaran tentang kehidupan dan kepemimpinan, sesuai filsafat bumi, air, api, angin, matahari, bulan, dan awan.
Bumi sabar, air tenang, api memberi semangat, angin dinamis, matahari memberi keadilan, bulan menyejukkan, bintang rendah hati, dan awan merahmati.

Sumber. Filsafat Jawa, Ajaran Luhur Warisan Leluhur.
Gelombang Pasang. 2006

Rabu, 03 Februari 2010

Cegah dhahar lawan guling
Mengurangi makan dan tidur

Anjuran berpuasa dan berprihatin dengan mengurangi makan dan tidur.
Terlalu banyak makan dan tidur membuat kita menjadi malas dan tidak sensitif terhadap kehidupan.
Sebaliknya, orang Jawa mengajarkan agar kita suka berpuasa dan berprihatin agar indra menjadi awas. Sikap cegah dhahar lawan guling ini merupakan tahab awal untuk bisa mendalami jagad batin orang Jawa.

Sumber. Filsafat Jawa, Ajaran Luhur Warisan Leluhur.
Gelombang Pasang. 2006
Bandha bandhu bandhung sentana
Kaya harta dan banyak saudara

Keselamatan hidup didapat dari banyaknya saudara. Kesejahteraan hidup diukur dari banyaknya harta. Orang yang banyak memiliki harta dan saudara dikatakan mulia, sejahtera dan ternama.
Sebaliknya, orang yang terkucil akan hina dan sengsara karena tidak ada yang akan menolongnya jika mendapat musibah.

Sumber. Filsafat Jawa, Ajaran Luhur Warisan Leluhur.
Gelombang Pasang. 2006
Andhap asor
Rendah hati

Sifat rendah hati dan lapang dada. Orang yang rendah hati akan disukai orang banyak sehingga banyak pula saudaranya.
Sebaliknya sikap sombong berarti mengusir para sahabat kita, meskipun sahabat paling kental.

Sumber. Filsafat Jawa, Ajaran Luhur Warisan Leluhur.
Gelombang Pasang. 2006

Selasa, 02 Februari 2010

Guru rupaka
Guru merawat

Orang tua yang melahirkan kita sangat berjasa, karena beliau telah memelihara kita sejak dalam kandungan.
Ibu mengandung kita selama sembilan bulan.
Laki-laki lahir dari perempuan dan perempuan lahir karena laki-laki.

Sumber. Filsafat Jawa, Ajaran Luhur Warisan Leluhur.
Gelombang Pasang. 2006
Ana pangan padha dipangan ana gaweyan padha ditandhangi
Ada makanan sama dimakan ada pekerjaan sama dikerjakan

Semangat kebersamaan, kesatuan dan solidaritas suatu kelompok atau suatu keluarga untuk mencapai tujuan. 
Semangat kebersatuan ini juga tercermin dalam filsafat tiji tibeh dalam semboyan Pangeran Sambernyawa.
Istilah filsafat tersebut bermakna mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh.
Artinya mati satu mati semua, mulia satu mulia semua.

Sumber. Filsafat Jawa, Ajaran Luhur Warisan Leluhur.
Gelombang Pasang. 2006
Ajining sarira dumunung ing busana
Nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya

Harga diri fisikal seseorang terletak pada penampilan pertama. Penampilan pertama seseorang dapat dilihat dari busana yang dipakai. Semakin tinggi kelas sosial seseorang biasanya ia berpakaian yang lebih baik. Penampilan dalam zaman modern sangat penting agar dihargai orang.
Dari pakaian yang dikenakan juga, dapat dilihat perilaku pengguna. Pemilihan pakaian sangat penting dalam pergaulan.
Pakaian yang baik haruslah sopan, menutup aurat dan tidak mengganggu orang lain.

Sumber. Filsafat Jawa, Ajaran Luhur Warisan Leluhur.
Gelombang Pasang. 2006