Selasa, 04 Agustus 2015

EQ (tentang rasa marah)

Marah adalah perasaan pengganggu no 1 manusia. Tentu saja anda pernah melupakan kemarahan terhadap sesuatu atau seseorang dan bisa jadi marah pada diri sendiri. Dalam berbagai bentuknya, perasaan ini telah merugikan banyak aspek kehidupan manusia. Bila anda tahu persis bahwa dengan marah sangat banyak sekali hal yang harus dikorbankan, maka anda tidak akan sanggup untuk marah. Sebenarnya menahan kemarahan bisa menjadi sangat mudah, bila pada saat ingin marah anda ingat semua kerugian-kerugian potensial yang akan terjadi bila anda tetap lanjutkan kemarahan tersebut.
Persoalan utamanya adalah ketika emosi negatif sedang memenuhi jiwa anda, biasanya tentu saja tidak akan sempat lagi untuk mengingat hal-hal yang bersifat logis.
Marah adalah kondisi ketika anda tidak berpikir, tidak mungkin seseorang bisa marah pada kondisi berpikir.

Kamis, 30 Juli 2015

SMP NURUL ISLAM PURWOYOSO

Semoga Allah memberimu petunjuk dan pertolongan untuk selalu beramal shalih.
Sesungguhnya engkau ibarat anak yang berusaha saya kembangkan, saya bahagia bila melihat dirimu berbadan sehat, berpendirian kuat, suci hati, berakhlaq mulia, menjaga adab, menjauhi perkataan tercela, lemah lembut dalam bergaul, menyayangi sesama, menolong fakir, belas kasih terhadap yang lemah, pemaaf, tidak meninggalkan shalat, tidak menunda-nuda waktu, untuk beribadah kepada Pencipta, Pemilik, Pemelihara, Penguasamu....


Kamis, 02 Oktober 2014

JILID 1 BAB Beratnya Maut Dan Kengeriannya | Kitab Tanbighul Ghofilin

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dri Anas bin malik r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda (yang artinya) :
Siapa yang suka bertemu Allah, maka Allah suka menerimanya dan siapa yang tidak suka bertemu Allah, Allah juga tidak suka menerimanya.


Karena seorang mu’min bila dalam sakaratil maut, mendapat kabar gembira bahwa ia diridhai Allah dan akan mendapat sorga, maka ia lebih suka segera mati, dari pada hidup, maka Allah menyambutnya dengan limpahan karunia rahmatnya, sebaliknya orang kafir ketika melihat siksa Allah yang akan diterimanya, ia menangis dan enggan (tidak suka) mati dan Allah juga menjauhkannya dari rahmat dan akan menyiksanya.
Sufyan Atstsauri berkata : Hadits ini tidak berarti bahwa kesukaan mereka untuk bertemu kepada Allah itu yang menyebabkan Allah kasih kepada mereka, bahkan berarti kesukaan mereka untuk bertemu kepada Allah karena Allah kasih kepada mereka. Sebagaimana ayat : Yuhibbuhum wayuhibbunahu, Allah kasih kepada mereka, maka mereka cinta kepada Allah juga di dalam hadits : Idza ahabballahu abdan syagholahu bihi (jika Allah kasih kepada seorang hamba, maka disibukkan dengan dzikir dan selalu ingat kepadanya)

Minggu, 24 Agustus 2014

Amalan yang Terbaik



Bismillah .. 

Murid : Berilah kami nasehat tentang amalan yang terbaik.
Guru Sufi : Amal yang terbaik adalah menurut tingkat dirimu.

Jika engkau seorang penakut, amal terbaikmu adalah berkata benar di hadapan penguasa yang zalim atau berjihad di jalan Allah ..

Jika dirimu mempunyai dendam dan teraniaya, amal terbaikmu adalah memaafkan dan menjalin silaturahim ..

Jika engkau anak durhaka, sebaik-baik amal perbuatanmu adalah berbakti kepada kedua orang-tua dan selalu mendo’akan mereka ..

Rabu, 01 Januari 2014

JILID 1 BAB KEIKHLASAN | Kitab Tanbighul Ghofilin

KEIKHLASAN
(BERSIH HATI DARI SEGALA TUJUAN SELAIN KEREDHAAN ALLAH S.W.T.)

Alfaqieh Abul-Laits berkata: "Telah menerangkan kepada kami Muhammad bin Alfadhel bin Ahnaf berkata: "Telah menerang kepada kami Muhammad bin Ja'far Alkaraabisi ia berkata : "Telah menerang kepada kami Ibrahim bin Yusuf ia berkata: "telah menerang kepada kami Ismail bin Ja'far, dari Amr Maula Almuththalib dari Ashim dan Muhammad bin Labied berkata: Nabi Muhammad s.a.w. telah bersabda yang bermaksud: "Yang sangat saya kuatirkan atas kamu ialah syirik yang terkecil." Sahabat bertanya: "Ya Rasullullah, apakah syirik yang kecil itu?" Nabi Muhammad s.a.w. menjawab: "Riyaa. Pada hari pembalasan kelak Allah s.w.t. berkata kepada mereka : "Pergilah kamu kepada orang-orang yang dahulu kamu beramal kerana mereka didunia, lihatlah disana kalau-kalau kamu mendapatkan kebaikan dari mereka."

Mentari (Abah Iwan Abdulrachman)



Mentari bernyala di sini
Di sini di dalam hariku
Gemuruhnya apinya di sini
Di sini di urat darahku