Jumat, 13 Januari 2017

Manajemen Diri

Ada beberapa point manajemen diri yaitu :
  1. Manajemen waktu.
    Bagaimana kita mengatur waktu ? Jawabannya terdapat pada kedisiplinan kita dari kecil hingga sekarang. Semenjak SD kita diajarkan disiplin loh. Penjadwalan kegiatan, agenda kerja, dan catatan diary. adalah jawaban masalah manajemen waktu. Kapan kita masuk kuliah ? harusnya kita sudah memperkirakan jam berapa kita berangkat.
  2. Manajemen keuangan.
    Berjalannya manajemen waktu, kemudian kita akan menemukan yang namanya biaya. Jam Makan, Transportasi, Tugas” numpuk, Foto Copy, Charity. Just Do It With Duit, Dijamin Gak Akan Jadi Pelit.
  3. Manajemen SDM.
    Siapa yang akan kita temui hari ini ? pasti kita sudah mencatatnya kan. Jadwal Kuliah. Mencatat dosen dan teman” kelas mana yang akan kita temui.
  4. Manajemen Peralatan
    Apa yang kita butuhkan harus di manaj dengan apik. Karena bawaan yang berlebih akan menghambat mobilitas kita.
  5. Terakhir adalah manajemen hati,dengan berdo’a mendekatkan diri pada sang Pencipta.
    Agar kita menjadi pribadi yang tawakal, dan semua yang telah kita atur diridhai dan menciptakan manfaat.


Kamis, 05 Mei 2016

JILID 1 BAB Beratnya Maut Dan Kengeriannya | Kitab Tanbighul Ghofilin

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dri Anas bin malik r.a berkata : Rasulullah s.a.w bersabda (yang artinya) :

Siapa yang suka bertemu Allah, maka Allah suka menerimanya dan siapa yang tidak suka bertemu Allah, Allah juga tidak suka menerimanya.

Karena seorang mu’min bila dalam sakaratil maut, mendapat kabar gembira bahwa ia diridhai Allah dan akan mendapat sorga, maka ia lebih suka segera mati, dari pada hidup, maka Allah menyambutnya dengan limpahan karunia rahmatnya, sebaliknya orang kafir ketika melihat siksa Allah yang akan diterimanya, ia menangis dan enggan (tidak suka) mati dan Allah juga menjauhkannya dari rahmat dan akan menyiksanya.
Sufyan Atstsauri berkata : Hadits ini tidak berarti bahwa kesukaan mereka untuk bertemu kepada Allah itu yang menyebabkan Allah kasih kepada mereka, bahkan berarti kesukaan mereka untuk bertemu kepada Allah karena Allah kasih kepada mereka. Sebagaimana ayat : Yuhibbuhum wayuhibbunahu, Allah kasih kepada mereka, maka mereka cinta kepada Allah juga di dalam hadits : Idza ahabballahu abdan syagholahu bihi (jika Allah kasih kepada seorang hamba, maka disibukkan dengan dzikir dan selalu ingat kepadanya)

Jumat, 29 April 2016

Renovasi Hati


Aku selalu berusaha untuk tidak menyakiti hati siapapun...

...tentu saja, atas bantuan Allah...

sabar karna Allah ada, dan akan selalu yakin Dia akan membimbing kita...

tapi tetap saja, lembutnya hati manusia tak ada yang tahu...
kita tetap harus belajar meramu rasa...
terlalu terlihat sedih, terlalu terlihat bahagia, ternyata tak bagus untuk gejolak hati manusia yang melihatnya...

Jadi ingat sebuah pesan bijak :
"ketika bahagia, ingat sedihmu. ketika sedih, ingat bahagiamu..."

Selasa, 26 April 2016

Bismillah ~ Alhamdulillah

لا إلهَ إلا أنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظّالِمِيْنَ


Orang yang sadar kebesaran Allah takkan putus asa dengan usahanya...

Orang yang sadar kasih sayang Allah, takkan putus harapan, ia akan selalu sabar...
Meskipun hanya dengan sabar, ia sudah merasa beruntung...

Tentu saja, orang yang beriman akan mendapatkan apa yang dia butuhkan...
Nikmat iman tak ada bandingannya...


Jumat, 01 April 2016

4 puisi dalam Film Ketika Tuhan Jatuh Cinta


"Tidak kau renungkan, 
bahwa segala cobaan 
dan masalah yang terjadi dalam hidup hingga memaksa kita untuk meneteskan air mata adalah suatu pertanda.... 
Ketika Tuhan Jatuh Cinta"

Sabtu, 24 Oktober 2015

Kumpulan Puisi Tahun Baru Hijriyah



TAHUN BARU HIJRIYAH

Kini telah tampak hilal Muharam,
menyisakan kenangan masa silam.
Telah memasuki gerbang kehidupan baru,
baik atau buruk pun belum tentu.

Kehidupan silam hanya bisa dikenang,
sisa hidup pun kian berkurang.
Tantangan hidup kian menjulang,
perjalanan hidup tak selalu senang.

Doa dan nasihat terus mengalun,
menguntai makna yang penuh harap.
Jalani hidup dengan semangat

Semoga Allah selalu menuntun,

menjauh dari hidup yang gelap.
Hingga selamat dunia-akhirat